Paradoks Kecerdasan

Sepintas, kecerdasan memang hanya diukur dari banyaknya variasi. Tetapi ada hal yang agak mengganggu: sering orang-orang yang dianggap intelek menyatakan bahwa seseorang dapat disebut pintar kalau dapat menyederhanakan hal-hal yang rumit. Ada kaitan antara menyederhanakan dengan variasi. Menyederhanakan berarti mengurangi jumlah variasi.

Apa contohnya? Orang yang menyimpulkan bahwa nada-nada dalam sekian banyak lagu –mungkin semua lagu di dunia ini– dapat dikelompokkan dalam 12 nada saja (7 nada mayor dan 5 nada minor) adalah orang yang sangat cerdas. Kita tidak tahu siapa orang ini, tetapi dia sangat cerdas. Penyederhanaan yang dilakukannya membuat kita mampu menulis lagu-lagu serumit apapun ke dalam notasi yang dapat dipahami hampir semua musisi. Sebelum penemu sistem ini membuat penemuannya, telah banyak orang cerdas yang menulis lagu-lagu rakyat di berbagai belahan dunia; tetapi mereka tidak dapat menemukan kesederhanaan tersebut.

Di sini kita mulai paradoks (pertentangan): di satu sisi kecerdasan diukur berdasarkan kemampuan memperbanyak variasi. Di sisi lain, kecerdasan diukur berdasarkan kemampuan mengurangi variasi. Continue reading “Paradoks Kecerdasan”

Tipe Data di MySQL

Pemilihan tipe data merupakan suatu hal yang cukup penting dalam mengelola server. Salah satu sebabnya adalah berkaitan dengan ruang di harddisk yang akan “dimakan” oleh data-data tersebut.

Berikut ini akan diberikan tipe-tipe data yang didukung oleh MySQL yang terambil dari dokumentasi MySQL. Tipe-tipe data ini diberikan dalam bentuk yang siap dituliskan pada sintaks-sintaks MySQL, misalnya Create Table. Pada tipe-tipe data tersebut terdapat beberapa atribut yang memiliki arti sebagai berikut:

  •  M, menunjukkan lebar karakter maksimum. Nilai M maksimum adalah 255.
  • D,  menunjukkan jumlah angka di belakang koma. Nilai maksimum D adalah 30 tetapi dibatasi oleh nilai M, yaitu tidak boleh lebih besar daripada M-2.
  • Atribut yang diberi tanda [ dan ] berarti pemakaiannya adalah optional.
  • Jika atribut ZEROFILL disertakan, MySQL akan otomatis menambahkan atribut UNSIGNED.
  • UNSIGNED adalah bilangan tanpa tanda di depannya (misalnya tanda negatif).

Inilah tipe-tipe data tersebut: Continue reading “Tipe Data di MySQL”

Saatnya Membuat Keputusan

Nah, sekarang adalah saatnya membuat keputusan setelah kita menyadari kesalahan dari kebiasaan kita maka sekaranglah saatnya yang tepat untuk membuat keputusan untuk beralih dari yang jelek ke yang baik. Membuat keputusan ini bukanlah perkara yang mudah dan juga tidak susah jadi bisa disebut susah-susah gampang lah. Sebab ini berhubungan dengan yang namanya waktu.
Waktu itu sifatnya dinamis dan cepat sekali dalam bergeraknya. Maka kita harus tepat dalam membuat keputusan. Jangan ada kata-kata, “entar aja ya kalo udah tua”, “tenang tar kalo udah saatnya gw juga bisa kok berubah” asli deh kata-kata ini sebetulnya adalah kata-kata pecundang yang merasa jago padahal dia gak ada apa-apanya. Jadi buatlah keputusan saat ini juga. Jangan ditunda-tunda lagi. Tentunya kalian masih ingatkan dengan ungkapan, “kesempatan itu tidak datang untuk yang kedua kalinya” makanya selagi ada kesempatan yang pertama maka langsung ambil keputusan untuk berubah.
Itulah yang dilakukan oleh Abu Dzar al-Ghifari ketika ia mendengar bahwa telah hadir seorang Rasul terakhir di kota Mekkah. Continue reading “Saatnya Membuat Keputusan”

Bagaimana Menganalisis Masalah Bisnis Sistem Informasi

Permasalahan sistem informasi dalam dunia bisnis menghadirkan kombinasi manajemen, organisasi, dan isu teknologi. Berikut ini enam langkah proses untuk meneliti masalah bisnis yang menyangkut sistem informasi.

  1. Identifikasi masalah itu. Masalahnya bagaimana? Apakah masalah menyangkut manajemen, organisasi, teknologi, atau suatu kombinasi ketiganya? Apa saja isu-isu manajemen, organisasi, dan teknologi yang menyebabkan masalah tersebut?
  2. Apa solusi bagi masalah tersebut? Apakah sasaran dari solusi ini? Apakah ada beberapa solusi alternatif? Mana solusi alternatif yang terbaik dan mengapa?
  3. Bagaiman nantinya solusi ini memberi memberi nilai untuk perusahaan?
  4. Apa teknologi yang bisa digunakan untuk menghasilkan solusi?
  5. Apa saja proses perubahan organisatoris yang diperlukan oleh solusi tersebut?
  6. Apa kebijakan manajemen yang diperlukan untuk mengimplementasikan solusi?

Sumber: Kenneth C. Laundon & Jane P. Laundon, “Management Information System, Managing the Digital Firm”, Pearson Education, 2004.

-Semoga bermanfaat-

Sedang Belajar Bahasa Jepang..? Coba WaKan

WaKan, Sebuah software yang, kalau bisa dibilang, lebih dari cukup memadai sebagai sarana belajar bahasa Jepang. Anda pembaca yang sedang-atau-akan mempelajari bahasa Jepang mungkin akan menemukan software ini sebagai tool yang berguna… atau mungkin, anda sendiri malah sudah menggunakannya untuk waktu yang lama.

1. Sekilas info

WaKan adalah sebuah software dengan kemampuan utama sebagai kamus bahasa Jepang-Inggris dan sebaliknya. Meskipun demikian, kemampuannya tidak terbatas sebagai sebuah kamus; WaKan juga mampu mendukung dalam proses pembelajaran dan penulisan huruf kanji tanpa menggunakan IME[1] secara terpisah.

WaKan dikembangkan dalam WaKan Project, dan dapat di-download dengan lisensi freeware di website-nya.

for downloads and further info:

WaKan Project: http://wakan.manga.cz

2. Prerequisites

WaKan dikembangkan sebagai tool untuk membantu anda sebagai pembelajar tingkat beginner-intermediate. Ada beberapa prerequisites yang harus dipenuhi untuk bisa menggunakan software ini dengan maksimal, jadi tidak bisa langsung mulai dari nol, sih.

Secara teknis, software ini tidak membutuhkan spesifikasi yang aneh-aneh. Hanya saja, anda perlu mengaktifkan East Asian Language Support di OS. setting ini dibutuhkan agar karakter dari huruf-huruf yang sesuai dapat ditampilkan dengan baik. Spesifikasi hardware sederhana saja; memori 128 MB dan resolusi 1024×768 cukup memadai untuk menjalankan software ini dalam kapasitas maksimalnya.

Sekarang, dari sisi anda sebagai pembelajar. Di sini, ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum anda mulai.

Pertama, anda harus menguasai bentuk tulisan hiragana dan katakana. Hal ini diperlukan, sebab anda akan banyak sekali berhadapan dengan kedua jenis huruf ini. Sebagai contoh, kamus dalam WaKan mengembalikan hasil dalam bentuk hiragana dan katakana, walaupun anda bisa memasukkan query[2] dalam huruf latin.

Kedua, anda setidaknya perlu sedikit memahami struktur dasar kosa kata dalam bahasa Jepang. Ini penting, karena anda perlu mengetahui bentuk dasar (baca: ‘bentuk kamus’) dari suatu kata kerja. WaKan sendiri menyediakan bantuan soal ini, tapi anda bisa mendapatkan hasil yang misleading tanpa pemahaman minimal yang memadai.

…sudah siap? sekarang, mari kita lihat selintas tentang software ini.

3. Dictionary, tentu saja

WaKan menyediakan menu kamus yang cukup convenient; proses loading terhadap query dilakukan secara real-time, tergantung kata yang dimasukkan. Sebagai contoh, misalnya ketika anda memasukkan kata ‘ikaga’ (= ‘how…?’), maka terjemahan untuk kata ‘ika’ (= ‘doctor’, ‘medical’) akan ditampilkan ketika anda masih setengah jalan. Cukup ergonomis, terutama ketika anda tidak terlalu yakin mengenai ejaan dari suatu kata yang dicari.

Salah satu feature lain dari kamus yang ditampilkan oleh WaKan adalah kemampuannya untuk menemukan berbagai bentuk kata. Sebagai contoh, pada screenshot di atas diberikan query ‘kaeritai’ (= ‘want to go home’), namun hasil yang dikembalikan meliputi kata dasar ‘kaeru’ (= ‘to go home’, ‘to return’) dengan kanji yang berbeda.

Hal ini sangat membantu kalau anda agak bingung dengan struktur dan bentuk kata dasar (misalnya ‘-masu’, ‘-nai’, ‘-itai’, dan sejenisnya), tapi awas! anda harus memperhatikan dengan teliti kata mana yang dimaksud oleh hasil yang diberikan. Pemahaman akan huruf hiragana akan sangat membantu di bagian ini, demikian juga sedikit pemahaman tentang struktur kata. Ini penting, karena anda bisa saja mendapatkan makna yang misleading tanpa pemahaman tersebut.

4. Characters, untuk belajar kanji

Selain kamus, WaKan juga menyediakan menu untuk mempelajari huruf kanji, termasuk cara membaca karakter yang bersesuaian. Ejaan dengan on-yomi dan kun-yomi[3] juga disertakan, jadi tidak sekadar makna dari suatu karakter.

Characters menu: arahkan mouse ke satu karakter kanji, dan POP! keluarlah sebuah popup yang sangat membantu. jangan lupa feature search yang sangat komprehensif.

Feature yang tidak boleh dilewatkan dari menu ini adalah menu search yang sangat komprehensif. Anda bisa melakukan search dengan kriteria pengucapan on-yomi dan kun-yomi, bahkan sampai penggolongan level JLPT![4]

Untuk anda yang sedang mempelajari tentang kanji dan cara membacanya, bagian ini tidak boleh dilewatkan. tentu saja, sebelumnya anda harus sudah menguasai huruf hiragana (terutama untuk membaca kun-yomi) dan katakana (untuk on-yomi)… tapi mengasumsikan bahwa kedua hal tersebut telah dipelajari sebagai prasyarat sebelum belajar kanji, seharusnya tidak ada masalah dengan bagian ini.

5. Editor/translator, the fun begins here

Sejujurnya, ini bagian yang paling saya sukai dari WaKan. Di sini, anda bisa menuliskan apapun yang anda mau dalam bahasa Jepang, lengkap dengan kanji yang tersedia kalau anda mau menggunakannya. Sebagai tambahannya, disediakan juga tampilan cara membaca kanji yang dituliskan, dalam bentuk huruf hiragana yang lebih kecil. Needless to say, sangat membantu dalam proses belajar menuliskan kalimat dengan kanji.

Di bagian ini, bisa dibilang sudah seperti text editor untuk memasukkan huruf hiragana/katakana/kanji. Di sini, diberikan juga segmentasi warna yang dilakukan untuk memisahkan antara kata dan partikel. Tidak perlu pengetahuan mendalam untuk sekadar bisa menuliskan apa yang ingin anda sampaikan dengan kanji… tapi seperti halnya segala sesuatu, sedikit pemahaman akan membantu sebagai awalan.

Tentu saja, anda harus memiliki pengetahuan mengenai kosa kata dan grammar dalam bahasa Jepang untuk bisa menuliskan kalimat dengan benar di sini. Idealnya sih, penguasaan cukup mendalam soal grammar dan sedikit pemahaman akan kanji dibutuhkan untuk menggunakan bagian ini dengan maksimal. Meskipun demikian, sedikit penguasaan kosa kata dan sedikit penguasaan untuk grammar bisa menjadi awalan untuk main-main di bagian ini.

6. Vocabulary, untuk pembelajaran lebih terstruktur

Bagian ini memfokuskan dalam drilling pemahaman anda akan kosa kata — atau lebih spesifik lagi, mengenai penulisan (written), pengucapan (phonetic), dan makna (meaning) dari setiap kata. Fokus dari masing-masing jenis latihan bisa anda tentukan melalui menu learning list di sini, jadi memudahkan untuk pembelajaran yang lebih terstruktur.

Bisa dikatakan, bagian ini bisa digunakan untuk tingkat pembelajaran awal-menengah (beginner-intermediate), dengan sifat yang lebih ke arah drilling. bagian ini cocok untuk pemula yang masih mencari arah ketika mulai belajar, namun di sisi lain juga cukup cocok digunakan sebagai media pembelajaran sekunder untuk anda yang sudah lebih maju.

7. Overal

WaKan adalah sebuah tool yang versatile untuk belajar bahasa Jepang. Tentu saja, WaKan tidak bisa digunakan sendirian; anda perlu mempelajari grammar secara terpisah, demikian juga penerapan dalam percakapan harus dipelajari sendiri. Hal ini juga mengingat bahwa WaKan dikembangkan sebagai sebuah ‘kamus dengan fungsi-fungsi tambahan’ untuk belajar bahasa Jepang.

Meskipun demikian, WaKan adalah ’senjata’ yang lebih dari cukup memadai apabila anda sudah memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan… yah, tapi ini tergantung niat juga, sih. Lisensi berupa freeware juga menjadi nilai tambah bagi software ini, khususnya mempertimbangkan performance yang jauh di atas lumayan untuk kelasnya.

Overall, software ini seharusnya lebih dari cukup mampu untuk menemani perjalanan anda dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Jepang — khususnya apabila anda memang mempelajari bahasa Jepang secara mandiri.

———-

[1] IME (input method editor) adalah program atau tool untuk memasukkan input karakter yang tidak tersedia di keyboard. biasanya digunakan dalam sistem operasi untuk mendukung bahasa seperti Jepang, Cina, atau Korea.

[2] query di sini maksudnya input kata yang dimasukkan untuk dicari padanannya. sama sekali tidak berhubungan dengan query untuk database management system.

[3] on-yomi dan kun-yomi maksudnya cara membaca kanji. penggunaannya berbeda, on-yomi biasanya untuk kata-kata dengan kanji gabungan (misalnya ‘daigaku’ = kanji ‘dai’ + kanji ‘gaku’). kun-yomi biasanya digunakan untuk kanji yang berdiri sendiri (misalnya ‘hitori’ = kanji ‘hito’ + hiragana ‘ri’). sebenarnya nggak sesederhana itu juga sih, tapi kira-kira begitulah.

[4] Japanese Language Proficiency Test. di sini maksudnya level kanji yang harus dikuasai untuk satu tingkatan. tingkatannya mulai dari JLPT level 4 (paling mudah, commonly used) sampai JLPT level 1 (paling sulit).