Paradoks Kecerdasan

Sepintas, kecerdasan memang hanya diukur dari banyaknya variasi. Tetapi ada hal yang agak mengganggu: sering orang-orang yang dianggap intelek menyatakan bahwa seseorang dapat disebut pintar kalau dapat menyederhanakan hal-hal yang rumit. Ada kaitan antara menyederhanakan dengan variasi. Menyederhanakan berarti mengurangi jumlah variasi.

Apa contohnya? Orang yang menyimpulkan bahwa nada-nada dalam sekian banyak lagu –mungkin semua lagu di dunia ini– dapat dikelompokkan dalam 12 nada saja (7 nada mayor dan 5 nada minor) adalah orang yang sangat cerdas. Kita tidak tahu siapa orang ini, tetapi dia sangat cerdas. Penyederhanaan yang dilakukannya membuat kita mampu menulis lagu-lagu serumit apapun ke dalam notasi yang dapat dipahami hampir semua musisi. Sebelum penemu sistem ini membuat penemuannya, telah banyak orang cerdas yang menulis lagu-lagu rakyat di berbagai belahan dunia; tetapi mereka tidak dapat menemukan kesederhanaan tersebut.

Di sini kita mulai paradoks (pertentangan): di satu sisi kecerdasan diukur berdasarkan kemampuan memperbanyak variasi. Di sisi lain, kecerdasan diukur berdasarkan kemampuan mengurangi variasi.

Bahasa Inggris memiliki minimal dua padanan untuk kata cerdas: intelligent dan expert (selain smart, clever, dan lain-lain). Kita dapat memakai kedua kata ini sebagai solusi masalah paradoks kecerdasan.

Pada masa awal istilah “Sistem Pakar” (Expert System) diperkenalkan sampai beberapa tahun setelah itu, istilah pakar menjadi populer di Indonesia, demikian pula istilah expert dalam hal software. Saya berfikir: apa yang membuat seseorang layak disebut pakar? Pertanyaan ini muncul karena seringnya orang mengatakan ada orang-orang yang pakar untuk dirinya sendiri: tidak dapat menjelaskan ke orang lain.

Saya akhirnya menyimpulkan, seorang pakar dapat melihat detail (gambaran mikro), dapat melihat gambaran makro, dan dapat menjelaskan keterkaitannya. Bagaimana kesimpulan ini membantu solusi masalah paradoks kecerdasan?

Orang yang dapat memperbanyak variasi adalah orang yang intelligent. Orang yang dapat memperbanyak variasi DAN sekaligus mengurangi variasi-variasi atas variasi-variasi esensial yang sederhana adalah orang yang expert.

Dunia IT (Information Technology) kekurangan orang-orang yang expert: orang-orang yang mampu mengurangi variasi-variasi yang tidak esensial dalam dunia IT menjadi variasi-variasi yang esensial saja. Alan M. Davis dan Chris J. Date adalah sedikit kekecualian.

Davis dalam Software Requirements: Objects, Functions, and States menyatakan “Every requirements tends to emphasize a particular aspect of the problem and solution domains; either the entities (objects) in the real world, the functions performed, or their states”. Bila kita samakan functions dengan operations, states dengan values; kita dapat simpulkan, setiap spesifikasi perangkat lunak menspesifikasikan objek-objek, operasi-operasi, dan (transisi) nilai dari obek-objek tersebut.

Chris J. Date dalam An Introduction to Database Systems menyamakan object class dengan data type. Setelah lama mempelajari Object-Oriented sejak 1989 dan merenungkan baik-baik isi kedua buku ini; saya simpulkan bahwa tipe/type (yang dibahas Date), digabungkan dengan operasi, nilai, dan objek (yang dibahas Davis) adalah konsep-konsep dasar komputasi. Dan kedua expert ini membuat penyederhanaan yang hebat.

Advertisements

3 thoughts on “Paradoks Kecerdasan

  1. CERDAS??? orang pintar VS orang bodoh
    kata Dunia, Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis… Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang …??
    Kata Akhirat:
    Orang Cerdas itu mereka yang mempersiapkan/membekali dirinya dengan suatu hal yang bermanfaat untuk hari kemudian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s