Meniti Karir Bidang Informatika

Komputer tak lebih hanyalah dipandang sebagai sebuah alat bantu manusia dalam mengolah kata dan angka, sehingga pada mulanya hanya dipandang sebagai piranti pengganti mesin tik dan kalkulator yang terintegrasi.

Seperempat abad berlalu sudah, diwarnai dengan terjadinya revolusi di bidang industri informasi melalui kehadiran dan perkembangan komputer dalam beragam aspek kehidupan manusia. Konvergensi teknologi komputasi, telekomunikasi, dan konten multimedia yang dikenal dengan istilah ICT (baca: Information and Communication Technology) ini secara super cepat telah merasuk menjadi piranti pendukung dan pemicu perubahan di hampir seluruh sektor industri seperti: manufaktur, keuangan dan perbankan, kesehatan, pendidikan, retail dan distribusi, pariwisata, dan jasa-jasa lainnya. Ilmu “kursus-kursusan” ini pun telah berubah menjadi primadona teknologi yang ditandai dengan lahirnya beraneka ragam disiplin pengetahuan yang dipelajari secara akademis maupun profesional di berbagai perguruan tinggi besar dunia, tak terkecuali di Indonesia. Dari sekitar 2,500 perguruan tinggi yang ada di tanah air, lebih dari 750 institusi yang telah memiliki jurusan informatika dan komputer, dengan jumlah mahasiswa aktif sekitar 600,000 dan lulusan tak kurang dari 40,000 siswa per tahunnya.

Data memperlihatkan, bahwa paling tidak ada 5 (lima) jenis karir yang dijalani oleh para lulusan akademi, sekolah tinggi, politeknik, maupun universitas di bidang terkait. Yang pertama adalah sebagai karyawan atau pegawai perusahaan swasta, dimana yang bersangkutan bekerja sebagai seorang individu dalam sebuah divisi terkait langsung maupun tidak langsung dengan bidang informatika. Kalau dahulu hanya ada 3 (tiga) jenis profesi terkait dengan pekerjaan ini, sekarang telah lebih dari 200 tipe profesi yang dibutuhkan dan berkembang di masyarakat. Untuk tataran staf pemula misalnya, ada jenis profesi seperti data analyst, help desk analyst, database specialist, junior computer operator, forms and grapics designer, hardware installation coordinator, dan lain-lain. Sementara untuk tingkatan penyelia atau “middle management” dikenal sejumlah profesi seperti capacity planning supervisor, information center manager, procurement administrator, webmaster, voice communications manager, dan lain sebagainya. Sementara untuk tataran manajemen puncak, diperlukan sejumlah individu yang berpengalaman untuk menjabat sebagai Chief Information Officer (CIO), Chief Technology Officer (CTO), Chief Knowledge Officer (CKO), Director of IT Management Control, Director of Systems and Programming, Senior Manager of Network and Computing Services, Senior Manager of Software Engineering, dan lain sebagainya.

Profesi berikutnya, yang kedua, adalah bekerja sebagai seorang birokrat. Berbeda dengan jenis karir pertama dimana yang bersangkutan bekerja sebagai seorang pegawai swasta dalam sebuah lingkungan industri tertentu, menjadi seorang birokrat berarti bekerja sebagai pegawai negeri di kantor-kantor atau institusi-institusi pemerintahan. Seorang dengan latar belakang pengetahuan, kompetensi, dan/atau keahlian maupun keterampilan di bidang komputer biasanya akan memulai karir “urutan kacangnya” dari seorang staf junior pada divisi teknologi informasi dan komunikasi. Berbeda dengan sektor swasta yang lebih memungkinkan seseorang untuk bekerja dan berinovasi bebas, bekerja di lingkungan pemerintahan biasanya dibatasi oleh ruang lingkup pekerjaan (baca: tupoksi = tugas pokok dan fungsi). Segala sesuatunya dalam lingkungan birokrasi ini dikendalikan dengan paradigma organisasi “command and control”. Biasanya dibutuhkan individu-individu yang sabar, cerdas, gigih, dan telaten untuk dapat berhasil bekerja sebagai seorang “pelayan masyarakat” (baca: public services) maupun sebagai bagian dari pembuat kebijakan publik (baca: public policy).

Berikutnya adalah berkarir sebagai seorang profesional murni. Berbeda dengan karyawan dan birokrat, karir sebagai individu profesional biasanya tidaklah bergantung dari kegiatan yang sifatnya rutin, namun lebih banyak berbasiskan program atau proyek – yaitu aktivitas yang memiliki jangka waktu tertentu pengerjaannya. Kenyataannya, keahlian dan kompetensi yang ditandai dengan kepemilikan sertifikasi atau standar internasional akan sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin berkarir sebagai profesional. Contoh pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai: IT Project Manager, IT Lead Auditor, Infrastructure and Technical Architecture Designer, System Analyst, Software Engineer, dan lain sebagainya.

Karir keempat yang paling banyak mendominasi belakangan ini adalah sebagai wiraswastawan atau wirausahawan, yaitu seseorang dengan kemampuan yang dimilikinya membangun usaha bisnisnya sendiri secara mandiri, sambil menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungannya. Secara generik, biasanya ada tiga jenis domain usaha, yaitu yang terkait dengan industri perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan perangkat manusia atau manajemen (brainware). Contoh usaha pada domain perangkat keras berkisar dari pekerjaan klasik menawarkan jasa reparasi komputer atau jual beli komputer, hingga yang berbasis pengetahuan seperti memberikan jasa desain dan manufaktur piranti teknologi informasi tertentu – seperti digital devices dan embedded systems. Sementara untuk industri perangkat lunak biasanya berkisar seputar kegiatan mengageni software buatan pihak ketiga hingga jasa merancang dan mengembangkan piranti aplikasi sesuai permintaan pelanggan. Sofware yang dihasilkan bisa berupa aplikasi bisnis, system software, maupun program yang berfungsi sebagai tool tertentu.

Yang terakhir di bidang brainware adalah tawaran untuk melakukan kegiatan semacam pelatihan (training), pengalihdayaan (outsourcing), penangangan operasional, support and services, konsultasi manajemen, dan penanganan IT governance. Kemampuan, bakat, panggilan, serta semangat untuk berani jatuh bangun dan telaten dalam membangun wirausaha dari nol merupakan prasyarat utama yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menjadi entrepreneur sejati.

Yang terakhir atau kelima adalah mereka yang berkeputusan untuk melanjutkan karir sebagai seorang akademisi atau peneliti, dimana komunitas terbesarnya ada pada berbagai institusi pendidikan tinggi seperti akademi, sekolah tinggi, politeknik, universitas, dan lembaga-lembaga riset. Sebagai seorang dosen atau peneliti, jelas yang bersangkutan memerlukan tingkat kompetensi kognitif yang cukup tinggi, yang biasanya tercermin pada latar belakang pendidikan akademik formal yang dimiliki, mulai dari jenjang sarjana hingga pasca sarjana (seperti gelar magister dan doktor) pada bidang ilmu yang menjadi fokusnya. Karir mereka sebagai seorang akademisi di Indonesia tergambar dalam jenjang pangkat akademik yang dimilikinya, yang dimulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar (baca: profesor). Mengajar, meneliti, mengamati, menasehati, dan melayani masyarakat merupakan pekerjaan inti dari seorang akademisi murni.

Terlepas dari seperti apa pun profesi yang digeluti, setiap karir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika ingin hidup terjamin dengan gaji rutin yang tetap, silahkan menekuni profesi sebagai seorang karyawan swasta atau birokrat. Sebaliknya untuk dapat membangun sebuah kerajaan bisnis, dengan nilai pendapatan berkisar antara nol dan tak terhingga, jalan mengembangkan wirausaha atau menjadi profesional menjadi pilihan yang tepat. Sementara jika ingin memberikan kontribusi kepada dunia ilmu pengetahuan melalui penciptaan beragam inovasi dan ilmu pengetahuan (baca: intellectual property). Apapun pilihan karirnya, fakta memperlihatkan bahwa kesuksesan selalu menyertai mereka yang memilih profesi dan karir di bidang yang paling di-SUKAI dan di-KUASAI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s