Membekali Lulusan Informatika

Banyak orang bertanya-tanya, kompetensi lulusan informatika seperti apa yang dibutuhkan oleh dunia industri? Perguruan tinggi dengan konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) telah jauh-jauh hari mendefinisikan kebutuhan tersebut dengan menyatakan bahwa paling tidak seorang lulusan informatika yang ideal harus memiliki 3 (tiga) jenis kompetensi utama agar dapat bersaing dalam era global sekarang ini. Perguruan tinggi yang baik berusaha menyesuaikan kurikulum maupun pendekatan proses belajar-mengajarnya agar mahasiswa terkait terbekali dengan ketiga kompetensi tersebut. Berikut adalah penjelasan mengenai bekal yang dimaksud.

Pertama, adalah kompetensi kognitif. Kemampuan ini sangat erat kaitannya dengan penguasaan individu terhadap ilmu pengetahuan ke-informatika-an yang dimaksud, terutama dipandang dari perspektif pemahaman konsep, teori, metodologi, dan konten terkait. Dalam konteks ini, faktor intelektualitas menjadi motor utamanya. Kehandalan dalam berpikir secara terstruktur, kemampuan melakukan analisa kritis, dan kecakapan dalam memahami persoalan merupakan karakteristik kompetensi yang harus tumbuh dalam diri peserta didik. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa jam terbang belajar – termasuk di dalamnya kebiasan membaca dan menulis, ataupun menjelajah dunia internet (baca: browsing) – merupakan salah satu cara untuk mengasah kompetensi tipe ini.

Kedua, adalah kompetensi psiko-motorik. Kemampuan ini sangat erat kaitannya dengan keahlian seorang individu dalam menerapkan atau mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Dalam bidang informatika misalnya, kemampuan untuk membuat program, menginstalasi jaringan, mendesain sistem, merancang strategi implementasi, membangun basis data, dan mengaudit teknologi merupakan sebagian kecil dari kompetensi yang dimaksud. Agar dapat menguasai beragam keahlian terkait, banyak cara yang biasa dipergunakan. Cara pertama melalui aktivitas belajar-mengajar secara praktek yang dilakukan di laboratorium. Melalui proses bersentuhan langsung (baca: hands-on) dengan piranti keras dan piranti lunak yang dipergunakan industri, peserta didik dilatih untuk dapat menguasai penggunaan dan pengembangan teknologi tersebut. Cara kedua adalah melalui proses pelaksanaan praktek kerja di perusahaan, dimana peserta didik diberi kesempatan mengambil bagian dalam beraneka ragam proyek dan/atau aktivitas yang dilakukan oleh organisasi terkait. Cara ketiga adalah melalui pembahasan studi kasus dengan pendekatan yang bervariasi, seperti melalui kerja kelompok, simulasi skenario, metode permainan, uji coba prototip, dan lain sebagainya. Cara lainnya yang biasa pula dipakai untuk mengasah kompetensi psiko-motorik adalah dengan beragam pendekatan aktivitas seperti: uji piranti, eksplorasi perangkat, penetrasi sistem, tes fitur dan fungsionalitas, pemecahan algoritma, dan lain sebagainya.

Ketiga, adalah kompetensi afektif, atau yang sering disepadankan dengan kecerdasan dalam bersikap atau attitude. Kompetensi ini terasa sangat diperlukan karena tidak ada gunanya jika seseorang yang telah memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan kemampuan berkarya tidak mampu atau tidak berhasil memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat manusia, dalam arti kata memberikan kontribusi signifikan bagi lingkungannya. Untuk itulah dibutuhkan suatu perilaku hidup positif yang penuh dengan motivasi dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Aspek kemanusiaan seperti cinta, pengertian, kesabaran, dan penghargaan adalah sejumlah bekal yang sangat perlu dimiliki oleh seorang alumni informatika. Kompetensi ini biasanya dapat diasah melalui model pembelajaran untuk kebutuhan penanaman soft skills seperti: kerjasama tim, berfikir lateral, kemampuan presentasi, manajemen konflik, teknik motivasi, dan lain sebagainya.

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh setiap individu pembelajar adalah bahwa kebutuhan industri akan ketiga kompetensi yang dimaksud bersifat dinamis, alias berevolusi dari masa ke masa sesuai dengan tuntutan dan kemajuan jaman. Oleh karena itulah maka belajar merupakan sebuah proses yang seyogiyanya berlangsung seumur hidup bagi siapa saja yang ingin dapat berhasil menjadi yang terbaik dalam era persaingan global saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s